Home / artikel / 8 Tips Melibas Jalur Off Road Berbatu

8 Tips Melibas Jalur Off Road Berbatu

Bagi kebanyakan orang jalur berbatu adalah jalur yang paling menyiksa, sehingga seringkali sebisa mungkin dihindari. Hal ini tidak mengherankan mengingat medan yang dipenuhi bebatuan memang benar-benar sangat menyiksa tubuh dan motor yang kamu kendarai. Saat melewati jalur ini, ban, velg, suspensi depan, suspensi belakang dan hampir semua bagian motor lain juga benar-benar bekerja dengan sangat ekstra.

Namun bagaimana jika jalur berbatu itu adalah satu-satunya jalur yang harus dilalui untuk mencapi lokasi tertentu? Tentunya mau tidak mau kita harus melewatinya. Simak tips dari Gazgas, berikut ini.

  • Hal pertama yang perlu diperhatikan saat mengendarai motor trail di medan off road berbatu adalah posisi badan. Posisi badan yang benar yaitu dengan berdiri, bukan duduk. Kenapa? Dengan mengambil posisi berdiri, guncangan pada motor tidak terlalu terasa, punggung terhindar dari hantaman jok yang terus bergerak liar, dan handling motor pun jadi lebih enak dengan posisi berdiri ini. Selain itu, pada posisi berdiri, kaki berfungsi sebagai suspensi tambahan yang cukup fleksibel dalam menghadapi berbagai kemungkinan. Awalnya mengambil posisi berdiri ini memang sulit. Tapi seiring bertambahnya jam terbang jadi terbiasa.
  • Kesalahan yang sering dilakukan pengendara adalah pandangan mata selalu ke bawah, melihat spatbor depan. Coba pandangan mata arahkan ke depan, ke arah jalur yang akan dilalui, kira-kira 5 sampai 10 meter kedepan, sehingga otak kita akan segera merespon dan memerintahkan tubuh kita untuk siap-siap melalui jalur berbatu itu.
  • Jari tangan harus selalu siap sedia di tuas kopling. Hal ini akan sangat berguna untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi selama di perjalanan.
  • Jangan menarik gas dalam-dalam dan agresif karena itu justru membuat motor bergerak liar hingga membuat tenaga rider cepat terkuras. Cukup menarik throttle dengan lembut dan terukur.
  • Jika sepanjang jalur itu dipenuhi batu, pilihlah lewat jalur yang ukuran batunya besar, karena batu besar lebih stabil dibanding batu ukuran kecil. Batu-batu kecil lebih rawan lepas dari tanah yang akan membuat ban motor anda menjadi tidak menampak dengan sempurna.
  • Sebaiknya tidak menggunakan gigi yang rendah pada medan off road berbatu, apalagi ketika jalur menanjak, karena bisa membuat ban depan sering terangkat (wheelie) ketika gas ditarik.
  • Hal lain yang harus diperhatikan adalah tentang isi atau tekanan angin di ban. Tekanan angin di ban jangan terlalu keras, karena ini akan membuat motor terpantul-pantul dan getaran di tangan akan lebih terasa kuat. Bisa-bisa tangan akan lemas tidak berdaya. Namun tekanan angin juga jangan terlalu lembek, karena kalau terlalu lembek itu akan membuat ban dalam rawan bocor akibat dihajar jalur berbatu. Sering ada kasus setelah melewati jalur berbatu, ban dalam menjadi sobek atau pentil ban copot. Ini semua karena tekanan angin di ban terlalu lembek.

Banyak yang bilang kalau sudah terlatih dan memahami tekniknya, melibas medan off road berbatu bukanlah rintangan yang berat. Malah menjadi rintangan yang seru dan mengasyikkan. Mau melaju dengan kecepatan tinggi pun tidak masalah. Justru itu tantangan yang menarik. Apalagi kalau rider menggunakan motor berkualitas baik yang sudah terbukti tangguh, melewati jalur berbatu tidak jadi masalah.

Tentang Gazgas DirtBike

Gazgas motorcycle, mendesain , merakit dan mendistribusikan berbagai jenis motor trail, mini moto dan special engine. Berawal pada tahun 2013, kami mulai memproduksi sepeda motor untuk memenuhi kebutuhan customer atas motor trail berkualitas prima di Indonesia

Baca Juga

Gazgas Supermoto Edition 250cc!

Gazgas GE250GZ2 Supermoto Edition Supermoto adalah hasil persilangan antara motor trail dengan motor jalan raya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Link Banner